Tagihan Gas Rumah Tangga di Depok Dikeluhkan Pelanggan

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis
Senin 11 Juli 2011 20:44 WIB
Ilustrasi. Foto: Corbis
Share :

DEPOK - Para pelanggan pengguna gas rumah tangga di Beji, Depok mengeluhkan besaran tagihan yang dinilai tinggi dan tak sesuai dengan pemakaian. Selama ini, sebanyak empat ribu warga Depok sudah memanfaatkan gas rumah tangga yang disalurkan sejak 1 Mei 2011.

Dalam sosialisasi awal oleh PT Kelok Sriwijaya akan membebaskan tagihan selama satu bulan pertama. Artinya, kuota pemakaian baru dihitung pada Juni 2011 dan dibayarkan Juli 2011. Namun para pengguna gas rumah tangga mengaku kaget dan merasa dibohongi saat membayar tagihan yang mencapai ratusan ribu.

“Setelah ditanyakan ternyata ini tagihan dua bulan, yaitu Mei dan Juni yang dibayarkan pada Juli,” kata Ibu Ningsih, 33, warga Jalan Bambon RT 003/RW 01, Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji, Senin (11/7/2011).

Ia juga keberatan dengan adanya biaya abodemen sebesar Rp25 ribu per bulan. Dirinya merasa rugi dan keberatan jika harus membayar abondemen. Pasalnya, biaya tersebut wajib dibayar walaupun tidak menggunakan gas rumah tangga.

“Padahal, uang tersebut dapat digunakan untuk membeli dua buah tabung gas ukuran 3 kilogram (kg). Untuk ibu rumah tangga jelas merasa keberatan dengan adanya biaya abodemen. Bulan Juli ini saya membayar Rp215.400. Padahal jika menggunakan tabung gas hanya sekira Rp90 ribu per bulan, jelas rugi,” tuturnya.

Keluhan serupa diungkapkan Maila Madinah, warga Kelurahan Beji Timur. Menurutnya, selama ini sering terjadi kebocoran sehingga jumlah tagihan tidak sesuai pemakaian.

“Dimatikan dari meterannya karena saya takut sering bocor. Sebelumnya saya pernah cek meteran jalan terus padahal tidak sedang memakai gas,” ujar Maila.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya