JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan naiknya harga telur di pasaran disebabkan karena melambungnya harga pakan. Namun, kenaikan harga pakan itu tidak seberapa dibandingkan dengan harga daging ayam.
"Ini memang siklus produksi. Di samping itu, memang ada kenaikan harga pakan ternak. Pakan ternak mereka kan terdiri dari dedak dan jagung. Harga dedak dan jagung semenjak lima tahun ini sudah naik drastis, tapi harga telur naik tidak terlalu tinggi," ungkap Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Gunaryo ketika berbincang dengan okezone di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta Rabu (20/7/2011).
Selain itu, ia juga memastikan bahwa stok bahan-bahan pokok seperti beras, dan khususnya telur akan aman selama masa puasa dan lebaran.
"Di saat bulan puasa, kan kita juga melihat bahwa masyarakat tidak hanya mengkonsumsi telur saja, tetapi juga ayam. Kami sudah komit ke produsen untuk memastikan bahwa semuanya aman," lanjutnya.
Sekedar informasi, harga telur beberapa waktu ini terus meroket. Harga telur yang biasa dijual Rp15 ribu-Rp16 ribu per kilogram, kini naik sampai Rp20 ribu per kilonya.
(Andina Meryani)