JAKARTA - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menuturkan pihaknya tidak merasa rugi karena melepas salah satu brand makanan ringannya, Taro. Pasalnya penjualan produk tersebut sangat kecil kontribusinya terhadap pendapatan perseroan yakni tidak sampai menyentuh angka dua persen.
"Kalau dari sisi sales, kontribusi Taro tidak terlalu besar terhadap persereoan di mana angkanya tidak sampai dua persen dari total revenue Unilever Indonesia," ungkap Corporate Secretary UNVR Sancoyo Antarikso kala ditemui dalam acara buka puasa bersama perseroan di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa (23/8/2011) malam.
Alasan lain perseroan menjual Taro adalah perseroan ingin menyelaraskan portofolio perseroan dengan portofolio global sehingga perseroan yang bergerak dalam sektor konsumsi ini bisa fokus kepada kategori-kategori yang memang selaras dengan global.
"Jadi kita ingin selaraskan semuanya sehingga innovation stream-nya juga bagus. maka kita lepas Taro-nya," paparnya.
Mengenai nilai transaksi pelepasan Taro ini, Sancoyo belum bisa memberi angka pasti dengan alasan masih ada hal-hal yang memerlukan proses lebih lanjut.
Seperti diketahui, perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli dengan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (TSPC) untuk membeli merek Taro dan aset manufakturnya berupa tanah, bangunan, dan mesin produksi. Adapun penandatangan tersebut telah dilaksanakan pada 12 Agustus 2011 lalu dan diharapkan proses jual beli dapat rampung pada akhir 2011.
(Widi Agustian)