Sulsel Ekspor Perdana Sayuran ke Singapura

Wahyudi, Jurnalis
Selasa 27 September 2011 08:17 WIB
Ilustrasi. Foto: Corbis
Share :

MAKASSAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan pelepasan ekspor perdana sayuran dan ikan segar ke Singapura di Kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, kemarin siang.

Dalam ekspor perdana tersebut, pemerintah bekerja sama dengan pihak eksportir mengirim sebanyak 1,6 ton dari lima jenis komoditi Sulsel. Masing-masing sayur buncis, cabai rawit, cabai merah besar, ikan tenggiri, serta ikan kerapu.

Untuk pengangkutannya, ekspor tersebut diangkut menggunakan pesawat Maskapai Garuda Indonesia, yang sejak Juli lalu membuka penerbangan langsung rute Makassar-Singapura sebanyak empat kali dalam seminggu.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang secara simbolis melepas ekspor perdana ini menyebutkan, pengiriman komoditi ke Singapura ini barulah bersifat ujicoba. Yang jelas, kata dia, pemerintah telah membuka pintu perdagangan Sulsel ke Negara Singa tersebut.

"Ekspor ini ujicoba. Yang penting kita coba buka pintu, dan pertanian kita harus tembus internasional. Persyaratan masuk ke Singapura lebih ketat dari negara mana saja. Olehnya itu, kalau barang kita berhasil tembus, berarti bisa kita kirim ke negara lainnya," akunya kepada wartawan.

Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan, seluruh komoditi yang dikirim ini telah melalui jalur setifikasi dan balai karantina untuk menjamin higienis dan kimiawinya. Bahkan, seluruhnya barang yang diekspor ini telah memiliki setifikat dan terjamin dari masalah bilogis.

Peluncuran ekspor perdana ini merupakan kesepakatan dari penandatangan memory of collaboration (MoC) antara Pemprov Sulsel, Changi Internasional Airport Group, serta Maskapai Garuda Indonesia, awal September 2011 lalu.

Dalam kesepakatan itu, Changi Airport Group siap membantu pemasaran komoditi Sulsel di Singapura, dan Garuda Indonesia menyiapkan diskon khusus dalam pengiriman ekspor ke Negara Singa tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Sulsel Irman Yasin Limpo mengungkapkan, Garuda Indonesia memberikan keringanan harga setiap pengiriman komoditi ke Singapura.

"Khusus ekspor, Garuda memberikan harga sebesar USD0,65 sen (Rp6.000) per kilogram dari harga normal USD1,5 (Rp13 ribu) per kilogram," akunya saat ditemui di Bandara Internasional Hasanuddin.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya