NTT - Salah satu faktor seorang pejabat dinilai mumpuni dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya adalah dari ungkapan dan janjinya. Apa yang diungkapkan pejabat akan senantiasa dipegang, begitu pula dengan janjinya akan selalu diingat dan dinantikan realisasinya.
Sebagai salah satu menteri yang kinerjanya kini menjadi sorotan adalah Menteri Koordinator (Menko) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Agung Laksono. Kinerja, ungkapan, dan janjinya pada rakyat Sumba Timur hingga kini masih sebatas ungkapan kosong dan belum jua terealisasi.
Korelasi langsung antara reshuffle dan rawan pangan mungkin sulit untuk ditemukan. Namun bukan tidak mungkin ada garis merahnya. Kekeringan dan ancaman rawan pangan yang hingga kini masih mendera kabupaten Sumba Timur, menjadi kian mencemaskan bagi keluarga miskin dipedalaman Sumba Timur.
Menurut data pemkab setempat, sebanyak 13 ribu warga harus mendapat bantuan beras cadangan pemerintah. Hingga kini, 100 ton beras cadangan pemerintah yang ada di gudang bulog setempat telah habis dibagikan.
Menurut Kepala Sub Divre Bulog Waingapu, Imanuel Louk, cadangan beras pemerintah telah dibagikan kepada warga di 74 desa pada 22 kecamatan se-Sumba Timur.
Pihaknya juga membenarkan, belum terealisasinya janji menko kesra untuk mendatangkan beras 200 ton sejak 2009 silam, saat bencana serupa terjadi di wilayah ini.
Adapun rawan pangan di kabupaten sumba timur bukan baru terjadi tahun ini saja, namun terus terjadi selama beberapa tahun terakhir. Akibatnya menko kesra pun hurus turun lapangan meninjau langsung lokasi rawan pangan.
Tak hanya turun lapangan, menko kesra saat itu berjanji akan mendatangkan beras sebanyak 200 ton. Sayangnya janji tersebut hingga saat ini belum terealisir.
Bupati Sumba Timur mengakui bahwa janji menko kesra mendatangkan beras dari 2009 belum terealisir hingga kini. Bahkan dia telah melayangkan surat berulang kali namun belum ada bukti hingga kini. Adapun surat yang dilayangkan dikembalikan kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur.
Kali ini kekeringan dan ancaman rawan pangan terus menebar teror di sumba timur, bantuan pemerintah pusat tentu sangat dibutuhkan, bukan hanya sekadar janji yang melahirkan ribuan asa warga.