JAKARTA - Sejumlah Manajer Investasi (MI) merevisi target total dana kelolaan produk investasi hingga akhir tahun ini menyusul kondisi indeks dan pasar reksa dana yang sempat menurun.
Direktur PT Mandiri Investasi Andreas M Gunawidjaja berharap, tota dana kelolaan Mandiri Investasi hingga penghujung tahun ini bisa mencapai sekitar Rp21 triliun. Sebelumnya, Mandiri Investasi sempat menargetkan total dana kelolaan hingga akhir tahun bisa mencapai Rp25 triliun.
Menurut dia, faktor negatif dari Eropa dan Amerika Serikat memberi pengaruh terhadap kondisi bursa, yang kemudian berimbas paralel terhadap industri reksa dana di dalam negeri. “Faktor eksternal yang tidak bisa dikontrol memang berpengaruh pada pencapaian AUM (under asset management) tahun ini,” kata dia di Jakarta, Minggu (6/11/2011).
Total dana kelolaan tersebut masih akan dikontribusi dari reksa dana terproteksi. Apalagi, perusahaan sekuritas ini sisa tahun ini akan menerbitkan dua produk reksa dana terproteksi baru dengan target dana kelolaan sebesar Rp200 miliar. Dua produk reksa dana terproteksi yang akan segera diterbitkan, yakni Reksa Dana Terproteksi Mandiri Protected Smart Seri 2 (Smart 2) dan Reksa Dana Terproteksi Mandiri Protected Smart Seri 3 (Smart 3). “Satu reksa dana terproteksi baru akan diterbitkan November dan satunya lagi pada Desember 2011,” ungkap Andreas.
Adapun, posisi total dana kelolaan Mandiri Invetasi per 2 November 2011 tercatat sebesar Rp20,3 triliun. Dia menjelaskan, kontribusi terbesar dana kelolaan tersebut berasal dari reksa dana terproteksi, yang mencapai 50 persen atau setara Rp10,15 triliun, 20 persen atau sekitar Rp4,06 triliun dari reksa dana pasar uang, 12-15 persen atau sekitar Rp2,44-3,04 triliun dari reksa dana saham. Sedangkan, sisanya sekitar 15-18 persen atau sekitar Rp3,04-3,65 triliun dari reksa dana lainnya, seperti reksa dana campuran dan obligasi.
Selain Mandiri Investasi, MI pelat merah lainnya, yakni PT Danareksa Investment Management (DIM) juga melakukan revisi target dana kelolaan hingga akhir tahun ini. “Kami sebelumnya menargetkan total dana kelolaan Rp15 triliun hingga akhir tahun ini. Namun, karena kondisi pasar yang kurang baik, sehingga kami revisi menjadi Rp13-13,5 triliun,” ujar Direktur DIM Prihatmo Hari.
Dengan rencana menerbitkan sekitar empat produk baru, dia berharap, target revisi tersebut bisa tercapai. Adapun, empat produk investasi baru yang akan diterbitkan DIM, yakni dua reksa dana terproteksi, reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) dan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK ABA). Per akhir Oktober 2011, total dana kelolaan DIM sekitar Rp12 triliun. Reksa dana pendapatan tetap, terproteksi dan campuran memberi kontribusi mencapai 70 persen terhadap dana kelolaan, sedangkan saham sekitar 30 persen.
Data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyebutkan, total dana kelolaan reksa dana hingga akhir Oktober 2011 tercatat sebesar Rp157,463 triliun. Naiknya total dana kelolaan reksa dana tersebut seiring bertambahnya jumlah unit penyertaan instrumen tersebut per akhir bulan lalu. Total dana kelolaan reksa dana per Oktober 2011 naik 5,03 persen dibanding September 2011 senilai Rp149,914 triliun.Sementara itu, jumlah unit penyertaan bertambah 5,96 persen menjadi 91,648 miliar dari posisi akhir September 2011 sebanyak 86,490 miliar.
Sementara itu, total dana kelolaan reksa dana per Juni tercatat sebesar Rp150,866 triliun atau naik tipis dibadning bulan sebelumnya Rp150,313 triliun, namun jumlah unit penyertaaan mengalami penurunan dari 85,148 miliar menjadi 84,895 miliar. Pada Juli, dana kelolaan naik menjadi Rp152,344 triliun dengan jumlah unit penyertaan kembali menurun menjadi 84,297 miliar.
Kemudian, pada Agustus, dana kelolaan reksa dana kembali meningkat menjadi Rp153,806 triliun dengan jumlah unit penyertaan bertambah menjadi 86,364 miliar. Namun, per September 2011, dana kelolaan reksa dana mengalami penurunan sebanyak Rp3,892 triliun menjadi Rp149,914 triliun dengan jumlah unit penyertaan tetap bertambah sebanyak sekitar 126 juta menjadi 86,490 miliar dan kondisi makin positif hingga akhir Oktober 2011 dengan total dana kelolaan menjadi Rp157,463 miliar dengan 91,648 miliar unit penyertaan.
(Widi Agustian)