Likuiditas Valas Kering, Rupiah Kembali Melemah

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Selasa 29 November 2011 17:05 WIB
Ilustrasi. Corbis.
Share :

JAKARTA - Adanya badai perekonomian yang menghantam Eropa dan Amerika Serikat (AS), menyebabkan kekeringan pada likuiditas valuta asing di Indonesia khususnya untuk permintaan dolar AS.

Akibatnya, rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar AS. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah ditutup pada kisaran Rp9.185 per USD, dengan kisaran perdagangan Rp9.139-Rp9.231 per USD. Sementara, mengutip yahoofinance, rupiah berada pada Rp9.150 per USD, dengan kisaran perdagangan Rp9.135-Rp9.185 per USD.

"Di Indonesia, permintaan akan dolar AS lebih banyak. Hal itu merupakan dampak dari krisis Eropa," ungkap Treasury Analyst Telkom Sigma Rahadyo Anggoro kepada okezone, Selasa (29/11/2011).

Pengamat Ekonomi BNI Ryan Kiryanto mengatakan, perbankan saat ini semakin selektif dalam memberikan kredit valuta asingnya (valas). "Bank pasti hati-hati menyalurkan kredit, khususnya ke kredit valas sambil menunggu banjir lagi likuiditasnya," ujarnya.

BI sendiri bukannya tidak melakukan intervensi, tercatat porsi kepemilikan BI pada Surat Berharga Negara (SBN) meningkat drastis semenjak 23 November lalu. Jika saat itu kepemilikan BI di SBN hanya mencapai Rp5,08 triliun, maka per 25 November kepemilikan BI pada SBN meningkat menjadi Rp9,61 triliun atau naik sebesar Rp4,52 triliun. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya