JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani/PNM (Persero) akan melakukan penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi dengan nilai maksimal mencapai Rp2 triliun. Pada tahap pertama, perseroan akan menerbitkan sekira Rp500 miliar pada semester I-2012.
Direktur Keuangan dan Operasional PNM Lintang Nugroho mengatakan, perseroan akan menerbitkan surat utang (obligasi) berkelanjutan tahap pertama pada April atau Mei.
"Untuk obligasi tahap pertama, maksimal kami terbitkan pada Juni 2011,” kata dia di Jakarta, Senin (5/12/2011).
Lebih lanjut, Lintang menjelaskan, sisa obligasi berlanjut akan diterbitkan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka waktu tiga sampai empat tahun ke depan.
Disingung mengenai pelaksana penjamin emisi (underwriter) obligasi tersebut, dia mengaku belum menunjuknya, namun akan diprioritaskan underwriter dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dana dari penerbitan obligasi berkelanjutan tersebut nantinya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembiyaan ke sektor usaha mikro dan kecil (UMK). Pada tahun depan, kebutuhan perseroan untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor UMK mencapai Rp3,1 triliun.
Dana tersebut akan dicari dari perbankan dan pasar modal. “Porsinya 70 persen bank dan 30 persen pasar modal atau 60 persen perbankan dan 40 persen pasar modal,” ujar Lintang.