JAKARTA - Naiknya peringkat Indonesia menjadi investment grade yang dilakukan Moody's nampaknya telah menjadi sentimen positif sehingga memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Analis Valuta Asing Rahadyo Anggoro menjelaskan, kenaikan rating ini menjadi salah satu sentimen yang medorong pergerakan rupiah. "Sehingga investor memilih menanamkan modalnya di Indonesia," ungkapnya kepada okezone di Jakarta, Kamis (19/1/2012).
Hal tersebut didukung oleh optimisme petinggi di Eropa yang menyatakan bisa mengatasi krisis. selain itu, Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral masih proaktif dalam menjaga mata uang rupiah di level Rp9.100 per USD.
Sementara Analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menjelaskan, beberapa sentimen positif global membuat pasar AS dan sebagian Eropa ditutup naik. Sentimen positif ini kemungkinan menjalar ke Asia, dan termasuk Indonesia. "Rupiah juga berpotensi terus menguat dalam jangka pendek ini pasca kenaikan peringkat utang oleh Moody’s," jelas dia.
Menurut kurs tengah BI, rupiah diperdagangakan di level Rp9.075 per USD, dengan kisaran perdagangan Rp9.030-Rp9.120 per USD. Sementara menurut yahoofiinance, rupiah ditutup di level Rp9.075 per USD, dengan range perdagangan Rp9.005-Rp9.065 per USD. (mrt)
(Rani Hardjanti)