Pertamina dan PLN Kaji Obligasi Bersama

J Erna, Jurnalis
Minggu 29 Januari 2012 16:49 WIB
Ilustrasi. Corbis.
Share :

JAKARTA- PT Pertamina Persero mulai mempersiapkan rencana penerbitan surat utang (obligasi) bersama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero. Dana hasil obligasi tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan proyek geothermal (panas bumi) di Indonesia.
 
Vice President Corporate Communication Pertamina, Mochamad Harun, mengatakan perseroan sedang mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk merealisasikan pembentukan PT Geothermal Energy (PGE) sebagai anak usaha bersama dengan PLN.
 
“Kami juga mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, termasuk rencana penerbitan obligasi untuk pendanaan pengembangan geothermal,” kata dia ketika dihubungi di Jakarta , Minggu (29/1/2012).
 
Menurut Harun, PGE dijadikan anak usaha bersama dengan PLN lantaran lini bisnis yang saling mendukung. Proyek pengembangan geothermal terdiri atas dua sektor, yakni upstream (hulu), yang akan dikerjakan Pertamina seperti menyiapkan lapangan geothermal, sedangkan di sektor downstream (hilir) oleh PT PLN dengan menyediakan pembangkit listrik panas bumi. 
 
Menurutnya, realisasi PGE resmi menjadi anak usaha dengan PLN masih memerlukan kajian. Dia mengaku masih memperdalam prosesnya bersama PLN maupun pemegang saham. Begitu juga rencana pendanaan proyek pengembangan geothermal berupa penerbitan obligasi maupun nominalnya, Harun mengatakan masih akan dilakukan kajian antara kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
 
Sebelumnya Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menuturkan sebagian saham PGE akan diakuisisi PLN. Dengan demikian, PGE akan menjadi anak usaha bersama antara Pertamina dan PLN. Itu bertujuan mempercepat pengembangan proyek geothermal.
 
Adapun, pendanaan pengembangan proyek geothermal akan dicari melalui penerbitan obligasi, yang diperkirakan bisa terealisasi pada akhir tahun ini. “Pertamina Geothermal akan menjadi anak usaha Pertamina dan PLN, dengan kepemilikan saham 50:50,” ujar dia.
 
Realisasi anak usaha bersama dua BUMN ini akan terbentuk tahun ini, dengan nama tetap PGE. Adapun untuk pendanaan pengembangan proyek geothermal, PT Pertamina dan PLN akan menerbitkan obligasi bersama dengan nilai yang ditentukan oleh dua BUMN tersebut.
 
Namun, Dahlan memperkirakan, nilai emisi obligasi tersebut bisa tembus angka triliun lantaran proyek pengembangan geothermal diperkirakan mencapai Rp10 triliun. “Dengan begini, pengembangan proyek geothermal akan lebih mudah dan cepat,” tandas Dahlan. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya