JAKARTA - Berbagai cara akan dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan devisa negara yang nantinya turut menyumbang pertumbuhan ekonomi.
Namun, ternyata, pemerintah luput melirik bisnis kuliner yang kini kian menjamur dan berkembang. Bahkan, pemerintah dinilai tidak menyeriusi komoditi yang satu ini.
"Secara serius tidak pernah dilihat sebagai komoditi ekonomi. Enggak pernah diperhitungkan, kita begitu pusing bagaimana mendatangkan wisatawan asing," ujar Pakar Kuliner Bondan Winarno kepada okezone, Jumat (3/2/2012) malam.
Bondan pun mempertanyakan pemasukan dari bisnis kuliner tersebut, dengan begitu banyakan wisatawan asing yang mampir ke Indonesia. Seharusnya, hal ini bisa dimanfaatkan pemerintah untuk mengembangkan bisnis kuliner yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Kita dapat berapa sih? Anda bayangkan kekuatan ekonomi Indonesia, berapa banyak uang yang dihabiskan di Bandung, berapa miliar kontribusinya untuk ekonomi Indonesia?" tanyanya.
Dia mencontohkan, pemerintah bisa saja memberikan fasilitas bagi para pedagang atau pengusaha kuliner. Selain itu, menurutnya, juga memberikan lokasi agar bisa berjualan dengan baik, sehingga kebersihannya akan terjamin.
"Jakarta sudah kota modern sekali. Semua kerja pakai dasi, mereka makan di pinggir jalan, jadi tidak bermartabat, tidak ada dignity. Kenapa tidak dibikin fasilitas yang sederhana, jadi semua tertata dengan baik?" tanya Bondan.