JAKARTA - DPR menuturkan, berbagai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah terkait Bahan Bakar Minyak (BBM) jangan hanya saja untuk mengamankan subsidi dan kuota APBN, akan tetapi dipikirkan juga bagaimana dampak dari kebijakan yang diambil ke depannya.
Hal ini disampaikan Ketua DPR Marzuki Ali dalam Diskusi Publik ILUNI UI, Mengkaji Alternatif Kebijakan BBM: Tambah Subsidi,Pembatasan atau Kenaikan Harga di Aula Fakultas Kedokteran UI, Salemba, Jakarta, Kamis (9/2/2012).
"Sekarang banyak opsi mengenai BBM ini yaitu menambah subsidi terhadap BBM. Adanya pembatasan, atau adanya kenaikan harga. Menurut saya gampang saja, tiga-tiganya saja diambil. Tapi kebijakan tersebut perlu dipikirkan dampak jangka panjangnya. Whats next? Bagaimana nanti di 2013 dan seterusnya," ungkapnya.
Menurutnya, ke depan pemerintah perlu memberdayakan sumber energi baru dan terbarukan secara konsisten dan berkelanjutan agar BBM ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, mengingat jumlah minyak yang semakin sedikit dari waktu ke waktu. "Sekarang sumber daya terbatas, permintaan tinggi, maka harga akan naik terus. Inilah teori dasar ekonomi," paparnya.
Selain itu, Marzuki berpendapat solusi jangka panjang untuk permasalahan ini yaitu percepatan program konversi BBM ke BBG, percepatan pembangunan infrastruktur BBM pertamax dan percepatan pembangunan infrastruktur transportasi publik seperti kereta api bandara serta monorail.
(Widi Agustian)