JAKARTA - Pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dinilai sulit untuk dilakukan. Pasalnya hanya rata-rata 14,47 persen saja BBM subsidi yang tepat sasaran.
"Rata-rata subsidi BBM yang tepat sasaran hanya 14,47 persen saja," jelas Mantan Kepala BPH Migas Tubagus Haryono, kala ditemui dalam Diskusi Publik ILUNI UI Mengkaji Alternatif Kebijakan BBM: Tambah Subsidi, Pembatasan atau Kenaikan Harga, di Aula Fakultas Kedokteran UI, Salemba, Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Menurutnya terlalu banyak mafia atau spekulan BBM dalam realisasi pelaksanaan BBM bersubsidi ini. "Terlalu banyak maling kita ini. Maka BBM subsidi ini kebanyakan tidak tepat sasaran," paparnya.
Karenanya, diperlukan berbagai cara agar pemanfaatan BBM subsidi ini bisa tepat sasaran yaitu dengan cara mengembangkan energi baru dan energi terbarukan salah satunya dengan mempercepat pemakaian Bahan Bakar Gas (BBG). (mrt)
(Rani Hardjanti)