JAKARTA - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) akan memasok batu bara yang mengandung abu dan belerang rendah ke Thermal Powertech Corporation India (TPCIL). Jumlah batu bara yang akan dikirim tersebut adalah sebanyak 10 juta ton selama 10 tahun.
"Atau satu juta ton per tahun dan akan dimulai pada 2014," jelas Direktur BYAN Jenny Quantero dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (24/2/2012).
Perseroan, lanjut dia, sudah menandatangani perjanjian jual beli batu bara dengan TPCIL pada 23 Februari lalu.
TPCIL sendiri adalah perusahaan patungan antara Gayatri Energy Ventures dan Sembcorp Utilitis yang akan membangun, memiliki dan mengoperasikan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara dengan kapasitas 1.320 megawatt (mw) di Krishnapatman, SPSR Nellore, Andhra Pradesh, India.
Sebelumnya, Bayan tersandung kasus hukum akibat digugat BCBC Singapore Pte Ltd di pengadilan tinggi Negara Singapura. Pasalnya, perseroan diduga melakukan pelanggaran terhadap perjanjian yang mengatur usaha patungan briket batu bara (coal briquette joiunt venture deed).
Bayan sudah menerima surat dari BCBC Singapore Pte Ltd terkait dengan proyek PT Kaltim Supacoal pada 21 November 2011.
(Widi Agustian)