JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami perlemahan. Rupiah kembali diperdagangkan di kisaran Rp9.100 per USD.
Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp9.108 per USD, dengan rata-rata perdagangan harian Rp9.062-Rp9.154 per USD. Sementara mengutip yahoofinance, rupiah bercokol pada kisaran Rp9.093 per USD, dengan range perdagangan Rp9.058-Rp9.123 per USD.
Di Eropa, euro diperdagangkan di kisaran 1,325 per USD dengan rata-rata perdagangan harian 1,325-1,332 euro per USD. Sedangkan poundsterling diperdagangkan pada level 1,592 per USD, dengan kisaran perdagangan harian 1,591-1,596 euro per USD.
Research Analyst Treasury Division BNI Apressyanti Senthaury mengatakan, rilis data ekspor Indonesia cenderung tidak terlalu mengganggu kinerja rupiah seiring terguncangnya transaksi ekspor-impor dunia sebagai imbas krisis utang Eropa.
"Indikasi sinyal menguatnya index dolar AS perlu diwaspadai, karena potensi menggiring pelemahan rupiah. Begitu pula dengan turunnya NDF rupiah di pasar valas yang mengonfirmasikan terdepresiasinya rupiah," ungkap dia dalam risetnya kepada okezone, Jumat (2/3/2012).
Sementara analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengungkapkan, pasar global ditutup naik merespons perbaikan data di AS dan LTRO di UE. "Pasar Asia mungkin saja menguat hari ini, termasuk rupiah. Rupiah menguat menuju pada kisaran antara Rp9.070 sampai Rp9.100 per USD," jelas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)