Rupiah Bisa Melemah ke Rp9.400/USD di Kuartal II

R Ghita Intan Permatasari, Jurnalis
Selasa 27 Maret 2012 12:17 WIB
Ilustrasi. Foto: Okezone.
Share :

JAKARTA - Meskipun Indonesia sudah menyandang gelar Investment Grade, ketidakpastian perekonomian global pada saat ini membuat Indonesia harus bekerja lebih bekerja keras lagi untuk mempertahankan gelar tersebut tetap bertahan.

Head of Emerging Markets Asia The Royal Bank of Scotland (RBS) FX Trading Stuart Oakley menilai, dampak dari perekonomian global yang tidak menentu ini dilihat dari pelemahan rupiah yang terjadi akhir-akhir ini.

"Meskipun tidak ada keraguan terhadap kekuatan struktural perekonomian Indonesia, kekhawatiran akan rupiah merupakan dampak dari tantangan cyclical yang harus dihadapi dan juga kebijakan moneter dari pemerintah," ungkapnya kala ditemui dalam acara Indonesia Economic Outlook 2012: Investment-Grade and Growing, di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Selasa (27/3/2012).

Menurutnya, di bulan-bulan mendatang, RBS melihat penurunan risiko ekonomi global akan terus menjadi faktor yang menahan laju penguatan rupiah. Dia menambahkan, RBS memperkirakan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan mencapai Rp9.400 per USD pada kuartal-II 2012, Rp9.350 per USD pada kuartal-III 2012, dan Rp9.300 per USD di kuartal-IV 2012.

Selain itu, RBS memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 5,75 persen hingga akhir tahun sehingga tingkat inflasi dapat menyentuh angka 5,3 persen di kuartal-II 2012, serta 5,4 persen di kuartal-III dan IV.

"Proyeksi ini dapat dicapai hanya jika bank sentral memberlakukan kebijakan moneter yang ketat setelah menurunkan suku bunga 100 bps dalam enam bulan terakhir di mana keputusan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor domestik dan asing," paparnya.

RBS juga memproyeksikan kenaikan harga minyak bumi akan mempengaruhi tingkat inflasi di Indonesia secara signifikan. Jika harga minyak menyentuh USD150 per barel, diprediksi akan mengakibatkan peningkatan inflasi sebesar empat persen.

Di sisi lain, RBS juga memperkirakan PDB Indonesia akan mencapai 6,4 persen dikuartal-II 2012 dan 6,2 persen dikuartal-III dan IV. Proyeksi ini dibuat dengan mengasusmsikan tidak ada kenaikan harga minyak global lebih lanjut, namun jika terjadi, akan berdampak lebih tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi, dan inflasi juga diperkirakan akan tetap tinggi.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya