PDRB Aceh Naik Jadi Rp22,87 T

Salman Mardira, Jurnalis
Senin 07 Mei 2012 16:43 WIB
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
Share :

BANDA ACEH – Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Aceh baik dengan minyak dan gas bumi (migas) maupun non-migas, pada triwulan I-2012 meningkat dibanding triwulan sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Syeh Suhaimi mengatakan sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel dan restoran berperan besar terhadap pertumbuhan PDRB selama triwulan I.

"Dua leading sector yaitu sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel dan restoran mempunyai kontribusi besar bagi perekonomian Aceh selama triwulan satu," katanya dalam konferensi pers di Banda Aceh, Senin (7/5/2012).

PDRB Aceh dengan migas dilihat atas dasar harga berlaku mencapai Rp22,87 triliun, naik dari Rp22,55 triliun pada triwulan IV-2011. Sementara PDRB tanpa migas juga naik dari Rp18,92 triliun ditriwulan sebelumnya, menjadi 19,19 persen.

Selanjutnya PDRB Aceh atas dasar harga konstan 2000 dengan migas tercatat Rp8,95 triliun, sedangkan tanpa migas Rp7,96 triliun. Naik dari capaian sebelumnya yaitu Rp8,87 triliun dengan migas dan Rp7,88 triliun tanpa migas.

Menurut Suhaimi, struktur perekonomian Aceh pada triwulan I masih menunjukkan kontribusi migas atau subsektor pertambangan dan industri pengolahan gas bumi yang mencapai 16,09 persen.

Pertanian bersama sektor perdagangan, hotel dan restoran juga sangat mempengaruhi struktur PDRB Aceh selama periode itu. Pada pertumbuhan PDRB dengan migas, pertanian menyumbang sebesar 28,41 persen, sedangkan perdagangan, hotel dan restoran berkontribusi 16,53 persen.

Lima sektor lainnya, yaitu pengangkutan dan komunikasi, jasa-jasa, industri pengolahan serta bangunan member peranan 11,61 hingga 8,66 persen. Sementara sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan serta sektor listrik dan air bersih hanya berperan di bawah lima persen.

Suhaimi melanjutkan, pertanian juga berperan besar dalam struktur PDRB tanpa migas pada triwulan I. Sektor ini mendominasi hingga 33,86 persen, disusul perdagangan, hotel dan restoran mencapai 19,69 persen. Sektor pengangkutan dan komunikasi, jasa-jasa serta sektor bangunan berperan 13 hingga 11,45 persen. "Empat sektor lainnya masih memberikan peranan masing-masing di bawah lima persen," sebutnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya