JAKARTA - Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) berharap direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang nantinya terpilih untuk periode 2012-2015 bisa semakin meningkatkan jumah kapitalisasi pasar.
"Kapitalisasi pasar modal saat ini hanya (tumbuh) 40 persen, itu (harapannya) supaya meningkat. Kalau bisa targetnya menjadi 60-70 persen," kata Ketua AEI Airlangga Hartanto kepada Okezone, di Jakarta, Kamis (10/5/2012).
Terkait dengan pemilihan direksi BEI yang saat ini tengah berlangsung, Airlangga menyatakan jika banyaknya dukungan dari Anggota Bursa (AB) untuk setiap paket tidak menjadi patokan siapa yang nantinya akan menduduki kursi direksi BEI.
"Dukungan AB terbanyak tidak menjamin bakal terpilih atau tidak," akunya.
Airlangga juga enggan berkomentar lebih jauh mengenai masuknya Kepala Bagian Pengawas Lembaga Efek Bapepam-LK Samsul Hidayat yang masuk dalam salah satu paket calon direksi. "Biarkan itu semua kita serahkan kepada Bapepam-LK," singkatnya.
Ditemui di tempat terpisah, Direktur Utama BEI Ito Warsito yang kembali mencalonkan diri menjadi Direktur Utama BEI menyatakan jika akan menjadikan BEI sebagai bursa yang kompetitif, dengan kredibilitas tingkat dunia. Dia juga optimistis mampu mencapai target 25 emiten yang melantai tahun ini.
"Optimistis (tercapai). Sekarang ada 10 yang proses, kalau sampai Juli semua sudah daftar berarti akan ada 14 emiten hingga Juli," kata Ito.
Kemudian, Direktur Utama Mandiri Sekuritas Harry Supoyo juga menginginkan jika pas modal Indonesia menjadi pasar modal yang disegani di kawasan Asean. "Kita harus menuju ke arah sana. Caranya dengan memiliki kapitalisasi pasar yang kuat dan sustainable," tandas Harry.
(Widi Agustian)