JAKARTA - Ketua DPD VI Hiswana Migas wilayah Kalimantan HM Amin Syawal Pamulang membenarkan fakta yang menyebutkan bahwa terjadi antrean panjang di 175 SPBU yang tersebar di Kalimantan.
Amin mengatakan, sudah tiga bulan terakhir ini Kalimantan mengalami kelangkaan BBM paling parah. Antreannya bisa mencapai 3-4 kilometer (km), bahkan kondisinya sangat memprihatinkan.
“Di seluruh SPBU Kalimantan itu terjadi antian panjang, banyak operator SPBU yang takut terhadap reaksi masyarakat karena kelangkaan BBM,” ungkap Amin saat RDP Pengaturan Pembatasan dan Permasalahan Kuota BBM Bersubsidi dengan komisi VII DPR-RI dengan PT Pertamina di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (23/5/2012).
Amin mengatakan perlunya pengamanan di setiap SPBU selama pembatasan kuota berlangsung. Menurutnya, seharusnya pembatasan kuota mesti disesuaikan dengan kondisi daerah. “Kalimantan itu keras, perlu pengamanan yang ekstra di setiap SPBU,” terang Amin.
Amin mengatakan kemarahan masyarakat Kalimantan terjadi ketika antrian panjang belum habis tetapi BBM sudah habis. “Setiap hari untuk 1 SPBU hanya di pasok 1 tangki berkapasitas 10.000 liter, kalau pasokannya hanya segitu 2,5 jam saja sudah habis,” terangnya.
Menurut Amin, selama kuota BBM untuk Kalimantan tidak dinaikkan, maka tidak akan ada jalan keluar untuk permasalahan kelangkaan BBM.
(Widi Agustian)