JAKARTA - Defisit Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) diperkirakan membuat target ekspor pemerintah pada tahun ini tidak akan tercapai. Pemerintah, menargetkan ekspor sebesar USD230 miliar tahun ini.
Direktur Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Satwiko Darmesto menjelaskan, masih memburuknya situasi perekonomian global bisa menghambat pencapaian target ekspor Indonesia tahun ini. Pasalnya, empat bulan terakhir total eskpor hanya USD65 miliar.
"Jika dikali tiga, ya enggak sampai USD200 miliar. Jadi kalau targetnya USD230 miliar pasti tidak akan tercapai. Tapi kalau USD203 miliar seperti tahun kemarin mudah-mudahan bisa. Ya jadi seperti tahun kemarin saja lah," ungkapnya kala ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (1/6/2012).
Satwiko mengungkapkan, terjadinya defisit kali ini dikarenakan permintaan batu bara dan CPO serta produk turunannya yang mengalami penurunan. Hal ini, tentu saja berpengaruh terhadap laju ekspor Indonesia per April 2012.
Selain itu, defisit yang terjadi kali ini, merupakan kali pertamanya terjadi selama kurun waktu 2012. Defisit perdagangan Indonesia terakhir terjadi pada Juli 2010 sebesar USD139 juta.
"Kita lihat datanya pada 2008 itu April defisit sebesar USD724,9 juta, tapi Juli 2008 defisit USD342 juta. Nah, 2009 itu bagus, Juli 2010 defisit USD139,0 juta, lalu di 2011 itu tidak ada defisit. Baru ini defiist pertama di 2012," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)