Fitch: Penurunan Cadangan Devisa Masih Normal

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Kamis 07 Juni 2012 17:47 WIB
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
Share :

JAKARTA - Fitch Rating menilai penurunan cadangan devisa Indonesia dinilai belum menjadi perhatian yang serius. Meski begitu, Fitch menyoroti perlemahan nilai tukar rupiah yang saat ini terjadi.

Cadangan devisa Bank Indonesia (BI) telah merosot ke USD111,53 miliar pada akhir Mei, dari posisi sebelumnya USD116,41 miliar pada akhir April. Cadangan devisa pada Mei telah kembali ke level pada akhir Februari, menghapus kenaikan sebesar USD5,92 miliar yang terjadi sampai April lalu akibat intervensi bank sentral yang bertujuan mendukung rupiah.

Adanya perlamabatan pada perekonomian global, akibat krisis utang zona euro, telah mendorong investor menarik dana yang ada, setelah beberapa tahun aliran dana tersebut masuk. Fenomena menjadi unik, pasalnya obligasi pemerintah tetap stabil selama ini.

Penerapan open capital account oleh pemerintah membuat risiko keluarnya arus modal asing pada obligasi jangka pendek tidak dapat dihindari. "Kemampuan menjaga nilai tukar rupiah melalui akumulasi cadangan devisa menjadi faktor analisis peringkat kami," demikian diungkapkan FItch Rating dalam laporan tertulisnya, Kamis (7/6/2012).

Penurunan tajam dalam cadangan devisa lebih dari USD10 miliar pada September tahun lalu, misalnya, telah menunjukkan adanya resiko yang saling terkait antara pasar saham, obligasi, dan pasar valuta asing.

"Namun, upaya Bank Indonesia (BI) menyerap dolar AS lewat penerbitan deposito berjangka dalam dolar AS, menunjukkan pemerintah telah sadar akan risiko dan siap untuk mengambil tindakan untuk mengatasinya," ungkap laporan tersebut.

Fitch memaparkan, perekonomian Indonesia saat ini lebih siap menghadapi krisis ketimbang 2008. Hal ini dibuktikan dengan cadangan devisa yang meningkat hampir dua kali lipat dari Juli 2008, yang kala itu berada dalam kisaran USD57 miliar.

Seperti diketahui, pada Desember 2011, cadangan devisa telah membantu meningkatkan rasio likuiditas dolar AS di Indonesia. Salah satu ukuran yang digunakan Fitch untuk menilai kapasitas sebuah negara dari shock yang diakibatkan karena likuiditas. Fitch menilai, Indoneia cepat ke level 'BBB', tapi tidak cukup cepat untuk menjadi stabil.

Dengan adanya Pertimbangan ini, Fitch meyakini tidak perlu khawatir adanya penurunan cadangan devisa. Meski demikian, potensi risiko pelarian modal, karena shock pasar telah melemahkan kepercayaan investor asing dan domestik.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya