Kemendag Klaim Sudah Petakan Produk & Kaji Pasar

Sandra Karina, Jurnalis
Jum'at 08 Juni 2012 20:07 WIB
Ilustrasi. Foto: Tangguh Putra/Okezone
Share :

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengaku sudah melakukan pemetaan produk dan mengkaji pasar, terkait kinerja ekspor yang dikatakan menurun.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan (BPPKP) Kemendag Bachrul Chairi mengatakan, kinerja ekspor manufaktur nasional bisa naik 35 persen apabila dilakukan program hilirisasi  industri berbasis sumber daya alam (SDA).

Global Trade Information Services (GTIS) mencatat, hingga 65 persen porsi ekspor Indonesia dikuasai oleh komoditas mentah. Dalam beberapa waktu terakhir, kata dia, terjadi peningkatan ekspor komoditas SDA. Eksploitasi yang dilakukan secara terus menerus, ujar dia, akan menghabiskan stok SDA di dalam negeri.

"Untuk itu, Kemendag mendorong upaya penghiliran. Karena, komoditas itu kan bukan renewable. Penghiliran industri berbasis SDA di dalam negeri, akan menambah nilai tambah yang bisa dinikmati. Kalau saja, porsi ekspor mentah yang tadinya 65 persen itu diubah jadi 35 persen dan yang produk olahannya 65 persen, magnitude-nya terhadap perekonomian akan sangat besar. Ekspor nonmigas bisa tumbuh 35 persen," jelasnya, di Jakarta, Jumat (8/6/2012).

Perekonomian Indonesia, kata dia, masih didorong oleh peningkatan pendapatan kelas menengah. Namun, lanjut dia, peningkatan pendapatan itu justru dinikmati oleh produk impor.

"Kalau penghiliran diimplementasikan, produk-produk manufaktur diolah didalam negeri, menghasilkan nilai tambah, berarti belanja kelas menengah itu dinikmati produk lokal," ucapnya.

Dia mencontohkan, apabila bauksit diolah dan diekspor dalam bentuk alumina, maka akan menghasilkan 15 kali nilai tambah. Kemudian, apabila diolah menjadi aluminium akan menghasilkan 45 kali nilai tambah.

"Dalam konteks nilai tambah ini, Kemendag sangat mendukung penghiliran. Membawa manfaat luar biasa untuk pertumbuhan ekonomi nasional," tegasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya