SULUT - Dinas Peternakan dan Perdagangan Pasar Sulawei Utara menggelar razia disejumlah pasar serta supermarket. Hasilnya, petugas mengamankan pedagang yang menggunakan timbangan nakal dan kadaluarsa.
Di Pasar Girian, petugas gabungan menemukan bahan bumbu dapur yang sudah lewat masa berlakunya serta penggunaan timbangan "nakal". Menemukan ini, petugas langsung memberi peringatan keras kepada penjual agar tidak mengulangi perbuatan yang melanggar undang-undang perlindungan konsumen nomor 8 tahun 1999.
Meskipun begitu, salah satu pedagang ikan terlihat menyepelekan peringatan petugas dan mengulangi aksinya setelah petugas beranjak dari lokasi. Namun, petugas razia juga tidak kalah cerdik dengan kembali ke lokasi dan kembali menemukan satu timbangan gantung yang masih dipakai serta langsung dilakukan penyitaan. Timbangan yang sudah dimodifikasi, menurut petugas, dapat mencurangi konsumen sampai empat ons per kilogram.
Di tempat yang sama, petugas juga memeriksa kondisi daging dengan menggunakan alat penguji PH asam basa. Namun, petugas tidak menemukan daging yang dapat merugikan konsumen kendati harga daging di Bitung cenderung turun.
"Seekor ayam yang biasanya dijual Rp45 ribu per ekor turun hingga Rp38 ribu per ekor. Sekarang masih sepi, mungkin nanti pertengahan atau mendekati Lebaran baru harga naik lagi," ujar salah satu pedagang ayam di pasar tersebut Yenny Talisu, Rabu (8/8/2012).
Dalam sidak tersebut, petugas juga melakukan pengecekan harga bahan pokok lainnya. Kenaikan harga signifikan terjadi pada telur yang biasa dijual Rp1.000 per butir, kini laku terjual Rp1.400 per butir.
Sementara harga cabai mengami kenaikan dari Rp24 ribu per kilogram, kini sampai Rp38 ribu per kg. Tomat juga mengalami kenaikan signifikan dari Rp2.000 per kg menjadi Rp6 ribu. Sementara harga bawang putih dan minyak goreng justru turun menjadi Rp20 ribu dan Rp13 ribu per kilogram.
Sementara itu, dalam rangka menghadapi hari raya Idul Fitri, pemerintah yang diwakili Dinas Pertanian, Kehutanan dan Ketahanan Pangan serta dinas pasar kota Bitung mengaku telah siap dengan pasokan pangan meski sebagian bahan pokok harus menunggu pasokan dari luar daerah.
"Menghadapi hari raya Idul Fitri untuk kesediaan pangan di kota Bitung cukup tersedia, memang supply pangan tersebut sebagian berasal dari luar kota," jelas Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Ketahanan Pangan Liesje Macawalang.
Sementara itu, razia gabungan yang dilaksanakan ke tiga dinas ini akan berlangsung sampai pelaksanaan hari raya Idul Fitri.
(Rani Hardjanti)