NUSA DUA - PT Pertamina (Persero) menjamin pasokan LPG untuk memenuhi kebutuhan pertemuan KTT APEC 2013 tidak akan terganggu meskipun saat ini masih ada ketersendatan pasokan LPG ke Bali. Hal ini akibat molornya pembangunan Depot LPG di Pesanggaran.
Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Hanung Budya menegaskan tekadnya untuk terus berupaya agar pasokan LPG pada pertemuan tingkat dunia mendatang tidak boleh terhambat sedikitpun.
"Pasokan LPG sangat penting untuk memenuhi kebutuhan selama pertemuan tingkat dunia berlangsung. Kami berharap ketersendatan pasokan tidak terjadi selama KTT APEC," tegasnya di Nusa Dua, Jumat (14/9/2012).
Pihak Pertamina, kata Hanung, sejatinya telah mematok target bisa menyelesaikan seluruh pasokan gas di Pulau Dewata sampai pertengahan tahun ini atau pada Juni lalu.
Hanya saja, kendala di lapangan terkait pembebasan lahan warga yang menolak untuk melepaskan tanahnya untuk pembangunan Depot LPG Pesanggaran.
"Akibat penolakan itu, pelaksanaan pengembangan Depot LPG sehingga terjadi kemunduran dari target penyelesaian proyek. Kemunduran target pelaksanaan proyek sudah berlangsung satu setengah tahun," tambahnya.
Karena itu, kini pihaknya terus berpikir keras guna menyelesaikan persoalan itu, dengan melibatkan pihak terkait dan pemangku kepentingan lainnya untuk mencari solusi terbaik.
"Mohon semua pihak untuk dibantu menyelesaikan masalah ini," harapnya.
Pihaknya optimistis lantaran sudah mulai ada arah kemajuan yang dicapai untuk memenuhi kebutuhan pasokan gas di Bali, institusinya sudah memiliki jalan ke luar. Selama ini respons Pemerintah Bali atas kendala yang dihadapi dinilai cukup baik.
"Kami masih membicarakan dengan beberapa keluarga di sana (yang tak mau melepas tanahnya) untuk solusi terbaiknya," tutup Hanung. (gna)