JAKARTA - Pemerintah berencana memasukkan proyek-proyek infrastruktur dalam blue book. Namun, proyek dalam blue book harus benar-benar proyek yang diminati oleh para investor.
"Kita ingin meyakinkan investor, proyek-proyek itu adalah proyek yang patut dibiayai oleh multilateral atau bilateral karena kita tidak ingin nanti sudah kita masukkan blue book ternyata tidak ada yang berminat," ujar Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo, di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Agus menambahkan, saat ini proyek-proyek yang masuk dalam blue book masih dievaluasi. Dia menjelaskan, blue book merupakan usulan dari presiden SBY. "Kita betul-betul me-review mana proyek yang kita perlu memakai utang dan tentu kita juga mencari yang persyaratan-persyaratannya baik," ujar Agus.
Menurutnya, proyek ini akan dikhususkan pada beberapa proyek yang realisasinya lamban. Dengan demikian, blue book nantinya dipresentasikan dalam sidang kabinet.
Senada, Menteri PU Djoko Kirmanto akan mengusulkan kriteria proyek-proyek tersebut. "Tadi semua sudah disepakati sudah final proyek blue book sampai 2014," ujarnya.
Dia melanjutkan, blue book menjadi daftar infrastruktur yang sangat penting, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. "Sangat penting untuk memberikan pelayanan masyarakat dan yang tidak bisa didanai oleh swasta karena tidak cost recoverable," jelas dia.
Djoko menjelaskan, proyek-proyek tersebut misalnya irigasi, waduk. "Kalau jalan tol diusahakan swasta semua. Kecuali jalan tol itu secara economicaly sangat dibutuhkan tapi financial tidak memenuhi syarat, pinjaman hanya untuk mendukung," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)