JAKARTA - Penyerapan anggaran di daerah yang kurang maksimal membuat penggunaan defisit anggaran menjadi tidak maksimal. Pasalnya, dana-dana tersebut akhirnya mengendap di perbakan.
Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Marwanto mengungkapkan, pada akhir tahun lalu banyak sekali dana menganggur (idle cash) di perbankan untuk daerah. Menurut dia, dana idle tersebut mencapai Rp80 triliun.
"Ini berarti uang yang ada di kas dan tidak termanfaatkan dengan baik untuk mendorong kemakmuran rakyat. Sementara, transfer itu di pusat sendiri dalam rangka menutup defisit itu kan juga melakukan pinjaman dalam bentuk obligasi," kata dia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10/2012).
"Jadi rasanya kan kurang efisien jika di satu sisi pempus menutup defisit menggunakan dengan pinjaman, tapi di sisi lain uang yang ditransfer tidak digunakan dengan baik," tambahnya.
Oleh sebab itu, agar daerah bisa menggunakan anggaran lebih optimal, maka dana-dana yang masuk ke kas mereka harus dipergunakan ke tempat lain. "Ada pemikiran, dan ini sedang digodok, kalau memang idle cash itu masih tinggi, alternatifnya dikasih ke Surat Berharga Negara (SUN)," kata dia.
Menurutnya, dengan membeli SUN, maka dapat membantu pemerintah juga. Dia melanjutkan, SUN bukan hanya menghasilkan, namun juga dapat dicairkan dengan cepat. "Di sisi lain, pada saat yang sama akan membantu pemerintah untuk tidak mencari pasar yang tidak terlalu berlebihan," tambah dia.
Lebih jauh dia mengungkapkan, ada pemikiran lain seperti penundaan pemberian DAU, dan dimanfaatkan untuk prioritas-prioritas yang lain. "Jadi ini masih digodok dan itu nanti dituangkan dalam revisi UU," tukasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)