JAKARTA - Tingginya permintaan dolar Amerika Serikat (AS) membebani rupiah. Rupiah pun terpantau masih berada di kisaran Rp9.638.
Dalam risetnya, Head of Research & Analysis Treasury Planning & Development BNI Nurul Eti Nurbaeti menjelaskan, NDF satu bulan di pasar offshore dibuka stabil di level Rp9.620-Rp9.635 mengurangi tekanan dolar terhadap rupiah.
Tapi, tingginya permintaan valas oleh importir di tengah terbatasnya suplai dolar di pasar diproyeksikan akan memberikan tekanan terhadap dolar.
Rupiah, menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Selasa (20/11/2012), berada di Rp9.638 per USD. Sebagai perbandingan, pada periode perdagangan sebelumnya rupiah ada di Rp9.639. Sementara menurut Bloomberg, rupiah ada di Rp9.635.
Tapi menurut yahoofinance, rupiah parkir di posisi Rp9.653 per USD. Di mana nilai perdagangan harian rupiah ada di Rp9.627-Rp9.653.
(Widi Agustian)