JAKARTA - Depresiasi yang terjadi pada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), menyebabkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak sesuai asumsi. Hal ini tentu saja mempengaruhi nilai ekspor impor Indonesia.
Menteri keuangan Agus DW Martowardojo mengungkapkan, nilai tukar rupiah yang saat ini berada di kisaran Rp9.700 per USD masih dalam kategori aman. Dia menjelaskan, nilai tukar tersebut harus dilihat dalam rata-rata setahun.
"saya yakin Bank Indonesia (BI) yang memahami dan perhatikan itu," kata Agus Marto di kantornya, Jakarta, Rabu (8/1/2013).
Menurut Agus, memang saat ini terjadi peningkatan impor yang tinggi. Namun, para eksportir diyakini akan meningkat karena eksportir merasa ada nilai tambah jika rupiah melemah.
"Tapi yang ingin saya sampaikan betul nilai tukar rupiah ada di kisaran Rp9.700, mari kita lihat rata-rata setahun, rata-rata per bulan," jelas Agus Marto.
Dia melanjutkan, saat ini memang yang harus diperhatikan adalah trade balance Indonesia setahun yang tengah mengalami defisit. Menurutnya, harus ada upaya lebih, dan ini tidak hanya faktor eksternal namun juga untuk produktivitas dan perbaikan aktivitas ekspor impor Indonesia.
(Martin Bagya Kertiyasa)