JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan, target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditetapkannya hanya berbeda tipis dari realisasi pertumbuhan ekonomi di 2012. Ini menandakan BI memahami dinamika perekonomian di dalam negeri.
"Perbedaannya tipis sekali. Kami memperkirakan, waktu itu kami mengatakan 6,3 persen, seperti misalnya di acara rapat DPR dengan BI angkanya itu antara 6,26 sampai 6,27 persen, sedangkan yang terjadi itu 6,23 persen, ini tipis bedanya," ujar Darmin, usai salat Jumat, di Gedung BI, Jakarta (8/2/2013).
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2012 sebesar 6,23 persen, dan batas tengah target pertumbuhan yang ditetapkan BI di angka 6,3 persen, dalam asumsi makroekonomi APBN-P 2012 ditetapkan sebesar 6,5 persen.
Darmin menuturkan, realisasi pertumbuhan ekonomi di 2012 tersebut, menunjukkan bahwa BI cukup memahami situasi ekonomi yang terjadi di Indonesia dan yang perlu dipahami adalah Gross Domestic Product (GDP), karena kalau dilihat dari kuartal per kuartal memang selalu ada fluktuatifnya dan tidak pernah rata, sedangkan dari kuartal I sampai kuartal IV pada kuartal IV terlihat memang sedikit agak rendah.
"GDP itu kalau dilihat kuartal per kuartal itu emang ada fluktuasinya ada naik turunnya selalu, tidak pernah rata itu dari kuartal I sampai kuartal IV, kuartal IV itu adalah salah satu kuartal yang agak rendah," tutupnya.
(Widi Agustian)