JAKARTA - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) optimis penyelenggaraan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) mampu memberikan dampak ekonomi hingga Rp4,9 triliun.
Angka tersebut bahkan berpeluang meningkat seiring hadirnya pembalap Indonesia serta tingginya minat masyarakat terhadap ajang balap dunia tersebut.
Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka, mengatakan MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi ajang balap motor, tetapi juga menjadi penggerak sport tourism yang mampu mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
"Mungkin sekarang Rp4,9 triliun. Kita berharap dengan adanya pembalap Indonesia harusnya bisa lebih dari itu karena sesungguhnya MotoGP ini bukan hanya sebuah gelaran MotoGP, tapi bagaimana sport tourism melalui MotoGP bisa mengerek perekonomian secara besar, bukan hanya NTB, tetapi juga provinsi lain termasuk Jakarta," kata Troy dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, keterlibatan Jakarta dalam rangkaian penyelenggaraan MotoGP Mandalika tahun ini diharapkan turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi di ibu kota.
"Jakarta kan dulu kan gak terlibat, sekarang Jakarta dapet moment Jakarta artinya pasti harusnya bergerak Jakarta pusat ibu kota ya, pasti akan naik dari saya berharap dari tahun lalu bisa bergerak naik, lebih positif," ujarnya.
Dari sisi penjualan tiket, Troy mengungkapkan antusiasme masyarakat terus menunjukkan tren positif. Seluruh tiket kategori early bird telah habis terjual dan saat ini penjualan telah memasuki tahap presale 1.