ESDM Yakin Freeport dan Newmont Tetap Suplai Konsentrat

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 25 April 2013 12:26 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA - Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis jika Freeport Indonesia akan memasok konsentrat untuk smelter yang dibangun oleh Indosmelter dan Nusantara Smelter.

"Pasti akan disuplai karena sudah kebijakan pemerintah," ungkap Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Thamrin Sihite kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/4/2013).

Thamrin menambahkan, pemerintah juga akan mengikutsertakan PT Smelting Gresik untuk membangun smelter di Indonesia. Jika ketersediaan smelter dalam negeri telah mumpuni, pemerintah menyatakan siap melakukan impor bahan mentah untuk menjaga agar tetap ekonomis.

"Tidak apa-apa impor mentah kalau smelter sudah jadi di dalam negeri. Mungkin akan ada join. Saya yakin ini pasarnya bagus kalau kita bangun smelter di sini. Tapi ini baru kajian," jelasnya.

Thamrin mengungkapkan, saat ini, pihaknya telah memanggil kedua pihak tersebut dan meminta agar mereka menyediakan suplai tembaganya. Namun, saat ini, Freeport dan Newmont masih keberatan untuk penyediaan suplai.

"Tembaga ini yang belum bergerak. Tapi kita sudah undang Freeport dan Newmont. Kita juga sudah undang Indosmelter dan Nusantara Smelting sebagai pihak yang berniat membangun smeltet. Namun, mereka ingin pasokan tembaganya itu harus dinaikan," tutur Thamrin.

Seperti diketahui, dalam UU Minerba No.4 tahun 2009, pemerintah telah memerintahkan agar para pengusaha tambang mineral dan batubara untuk membangun smelter agar hasil tambangnya memiliki nilai tambah. Batasan waktu pembangunan smelter tersebut hingga 2014. Namun, hingga saat ini baru sekira 24 perusahaan dan sudah ada 154 perusahaan yang mengajukan pembangunan smelter.

Selain itu, sebelum membangun smelter, para pengusaha tambang mineral dan batubara masih menunggu kepastian pasokan listriknya dari pemerintah. Aturannya, bagi perusahaan yang tidak bangun smelter hingga batas waktu hingga 2014. Pemerintah akan melarang perusahaan tersebut untuk melakukan ekspor hasil tambangnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya