JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2013 ini mengalami deflasi sebesar 0,03 persen. Penyebab utamanya adalah bawang merah.
Ketua BPS Suryamin mengatakan penyebab utama deflasi yakni bawang merah dengan andil deflasi sebesar 0,23, atau kenaikan 21,55 persen. Meski mengalami deflasi, namun Tarif Tenaga Listrik (TTL) tetap menggerus daya beli masyarakat.
"Tarif listrik inflasi 0,09-3,18 persen. Sementara, penyesuaian TTL di 66 kota IHK 0,7-3 persen," ujar Kepala BPS Suryamin, di kantornya, Jakarta, Senin (3/6/2013).
Suryamin melanjutkan, selain bawang merah, bawang putih juga terjadi deflasi 0,13 persen, dengan perubahan harga sebesar 24,68 persen yang terjadi di 64 kota IHK. Kenaikan tertinggi di Palopo 51 persen, dan Pangkal Pinang 40 persen.
"Bawang putih sudah mulai berangsur normal, tapi masih ada satu kota IHK alami inflasi di Tanjung Pinang, dan ada yang stabil di Sumeneb," tambah Suryamin.
Suryamin mengatakan, emas dan perhiasan mengalami deflasi 0,1 persen dengan perubahan harga 4,55 persen. Terjadi di 64 kota IHK, terbesar di Uat Ampone 12 persen dan Kendari 11 persen. "Tomat sayur dan cabai juga mengalami deflasi cabai 0,03 masing-masing sebesar 0,03 persen," ujar Suryamin.
(Martin Bagya Kertiyasa)