JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang digelar kemarin memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6 persen. Namun langkah tersebut dinilai tidak dapat mendorong rupiah menjadi menguat ke posisi positif.
"BI Rate naik tidak akan membuat rupiah menguat, justru dari pengalaman tahun sebelumnya malah melemah," kata Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Jumat (14/6/2013).
Lebih lanjut Purbaya mengatakan, jika menaikan suku bunga acuan untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, itu langkah yang tepat saat ini. Namun hal itu tersebut masih belum pasti karena belum diketahui kenaikan pada harga BBM sendiri.
"Tetapi kita tidak bisa menyalahkan BI, tapi sekali lagi bila alasan dinaikkannya suku bunga untuk menguatkan nilai tukar rupiah itu salah besar, justru malah akan melemah," tegasnya.
Purbaya menambahkan, kedepannya, jika pemerintah ingin rupiah menguat, BI dalam hal ini harus menemukan strategi yang lebih jitu agar nilai tukar rupiah menguat.
(Martin Bagya Kertiyasa)