JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang tercatat cukup tinggi di atas level 6 persen. Sayangnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia ini mengalami ketimpangan ekonomi antar wilayah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, hal tersebut diperkuat dengan data Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) pulau Jawa mencapai 50 persen, pulau Sumatera 23 persen, dan Kalimantan di bawah 7 persen.
Menurutnya, ketimpangan pembangunan antardaerah Indonesia menyebabkan kesenjangan antarindividu. "Ketimpangan pembangunan ini menyebabkan kesenjangan antar individu," Kata Hatta di Kantornya, Jakarta, Kamis (4/7/2013).
Dia mengatakan, perlu usaha besar untuk menyelesaikan ketimpangan tersebut, salah satunya dengan mendorong pelaku usaha mikro menjadi pelaku usaha menengah bahkan lebih besar lagi. "Kita harus mendorong pelaku mikro menjadi menengah dan besar." Kata dia.
Lebih lanjut, dia mengatakan ketimpangan pembangunan ekonomi mengakibatkan timbulnya empat lapisan masyarakat. Pertama, masyarakat di bawah garis kemiskinan sebesar 28 juta jiwa. Kedua, masyarakat rentan jika terjadi sedikit gangguan sebesar 70 juta jiwa. Ketiga, masyarakat lapisan menengah sebanyak 100 juta jiwa dan masyarakat kelas atas 50 juta jiwa yang sudah membelanjakan USD500.
Dia melanjutkan, Untuk mencapai ekonomi yang lebih maju, Hatta mengatakan masyarakat di bawah garis kemiskinan dan masyarakat yang rentan akan diberikan jaminan perlindungan sosial sedangkan masyarakat menengah harus tetap didampingi agar bisa berkembang menjadi masyarakat kelas atas.
Hatta menambahkan diperlukan peran bersama antara pemerintah dan pelaku usaha khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk mendorong masyarakat di bawah garis kemiskinan dan masyarakat rentan agar ketimpangan dalam masyarakat dapat diatasi sehingga mencapai kemajuan ekonomi khususnya dalam menghadapi persaingan global.
"Perlu upaya bersama bagaimana kita menggarap yang 28 juta jiwa dan 70 juta jiwa tadi. Itulah kita gunanya di sini," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)