JAKARTA - PT PLN (Persero) akan segera mempersiapkan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). Selain membangun SPLU, PLN akan mengembangkan charger di rumah yang memiliki mobil listrik.
"Kalau mobil listrik, PLN hanya menyediakan chargingnya. Kita menyediakan supaya compatible atau enggak," kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji di kantor EBTKE, Jakarta, Senin (15/7/2013),
Nur menjelaskan, pembuatan charging untuk mobil listrik akan dibuat di rumah-rumah. Pasalnya survei yang dilakukan di China dan Amerika Utara, hampir 80 persen pengguna mobil listrik men-charge mobil listriknya di rumah.
"Namun kita akan tetap membangun SPLU charger di tempat umum yang sifatnya emergency. Orang kan kalau lupa charge di rumah, bisa charge di SPLU emergency. Ini di luar rumah, seperti di mal, tempat parkir, bukan di jalan kaya SPBU," jelas dia.
"PLN dalam hal ini memastikan mendorong charging fasility, sistemnya itu kaya pelanggan bergerak, prabayar, seperti kartu debit, begitu di-charger akan berkurang," tukas dia.
Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan Indonesia akan ketinggalan jika baru akan mengembangkan mobil berbahan bakar Bahan Bakar Minyak (BBM). Karena negara lainnya sudah melampaui jauh dari Indonesia. Karenanya, Dahlan meminta agar BUMN, dalam hal ini PLN, bisa menjadi pelopor penggunaan mobil listrik. Sebagai perusahaan listrik, PLN dinilai mampu mengambil kesempatan tersebut.
Rencananya mobil listrik akan menjadi kendaraan operasional dalam perhelatan APEC di Bali. Untuk mengejar keperluan tersebut, PT Nipress Tbk tengah memproduksi baterai mobil listrik.
(Martin Bagya Kertiyasa)