JAKARTA - Dalam membangun Megaproyek Giant Sea Wall atau yang disebut juga dengan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), pemerintah DKI berencana akan menggandeng pemerintah Belanda. Proyek ini merupakan salah satu program dalam kesepakatan empat pihak atau 4 Parties Memorandum of Understanding (4P-MOU) antara Pemerintah Indonesia dan Belanda di bidang pengelolaan air dan lingkungan.
Demikian dikutip dari laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), Kamis (3/4/2014).
Saat ini KemenPU bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bappenas, dan Pemerintah DKI Jakarta hari ini tengah membahas draft Master Plan sebagai kelangsungan proyek Pengembangan Kawasan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di Jakarta.
"NCICD tidak bisa mungkin untuk berkembang jika pembuangan kotoran tidak sempurna dibangun. Akan ada juga sebuah danau untuk membangun.Belanda yang bertindak sebagai konsultan NCICD telah mempertimbangkan bahwa pengelolaan sampah di Jakarta harus ditingkatkan sebelumnya. Hal ini karena air tanah di Jakarta akan mengalir ke danau buatan setelah tembok raksasa dibangun . Jika air tidak tercemar maka bisa digunakan oleh masyarakat," paparnya.
Giant Sea Wall merupakan rencana yang sangat besar untuk melindungi warga Jakarta dari ancaman banjir rob sekaligus dapat merevitalisasi pemukiman di Jakarta. Dengan mempertimbangkan bahwa 90 persen dari Jakarta Utara akan berada di bawah permukaan laut di tahun 2030, Pemerintah Indonesia menggandeng Pemerintah Belanda untuk membantu dalam mitigasi banjir di Jakarta dan daerah rawan banjir lainnya.
Lain untuk penanganan banjir, pembangunan proyek NCICD siap untuk menampung air bersih bagi warga Jakarta . Hal ini diperlukan setidaknya Rp150 triliun untuk membangun proyek terintegrasi karena akan ada jalan berputar-putar dibangun di atas tembok raksasa . Selain itu, proyek ini akan digunakan sebagai pusat ekonomi baru .
Menurut rencana, daerah NCICD akan dilengkapi dengan 17 pulau buatan yang akan dikembangkan oleh sejumlah pengembang properti terkemuka.
(Widi Agustian)