Perusahaan Rokok Untung Besar dari Pemilu

Petrus Paulus Lelyemin, Jurnalis
Rabu 09 April 2014 14:41 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Tingkat konsumsi di tahun pemilihan umum (Pemilu) tetap tinggi walaupun pemilu tahun ini terlihat tidak begitu meriah dibanding tahun-tahun sebelum. Salah satu contoh yang menjadi indikator tingkat konsumsi di tahun pemilu tetap tinggi, adalah tingginya penjualan rokok pada proses kampanye.

"Saya kasih contoh, revenue cukai naik cukup tinggi (Februari). Karena mungkin di dalam kampanye orang beli rokok," ujar Menteri Keuangan Chatib Basri saat ditemui usai melaksanakan hak suaranya di TPS Nomor 11, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2014).

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat terjadi kenaikan yang cukup besar pada perolehan Cukai rokok pada bulan Februari 2014. Kenaikan tersebut diindikasikan terjadi akibat proses kampanye yang tengah berlangsung.

Target cukai pada 2014 mencapai Rp116,28 triliun. Ini berarti setiap bulannya, perolehan cukai rokok rata-rata berkisar Rp6,69 triliun. DJBC mencatat pada Januari 2014 perolehan cukai rokok mencapai Rp8,51 triliun dan Februari sebesar Rp12,91 triliun.

Produksi hasil tembakau pada Januari mencapai 26,7 miliar batang dan Februari sebanyak 38,5 miliar batang. Dengan tren kenaikan tersebut, DJBC memperkirakan volume produksi Hasil Tembakau (rokok) untuk tahun 2014 ini bisa menyentuh angka 360-362 miliar batang setahun.

DJBC sendiri memproyeksikan penerimaan cukai sepanjang tahun 2014 bisa mencapai sekitar Rp117,15 triliun atau 100,75 persen dari target.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya