Istana Yogyakarta Merupakan Istana Kepresidenan Terkecil di RI

Meutia Febrina Anugrah, Jurnalis
Sabtu 12 April 2014 12:10 WIB
(Foto : /www.pojokejogja.com)
Share :

JAKARTA - Istana Yogyakarta merupakan kompleks Istana Kepresidenan yang paling kecil dari istana-istana lainnya. Di atas lahan itu kini telah berdiri berbagai bangunan tambahan. Satu bangunan sudah dibangun pada masa Belanda, yakni untuk wakil residen, terletak di bagian selatan sisi depan. Bangunan itu sekarang diberi nama Wisma Indraprasta dan dipakai untuk penginapan para pejabat.

Istana Yogyakarta menyimpan sekitar 50 arca batu kuno yang ditemukan di daerah sekitar Yogyakarta. Arca-arca yang dikumpulkan para residen Belanda ini semula ditempatkan di Benteng Vredenburg. Semua area itu kini dirawat dan dilestarikan di sebuah sudut halaman belakang Istana.

Wisma Negara adalah bangunan tambahan yang dibuat pada 1980. Ini adalah bangunan berlantai dua dengan arsitektur model limasan, sesuai dengan tempatnya di Yogyakarta. Wisma Negara mempunyai 19 kamar untuk fasilitas menginap tamu-tamu setingkat menteri, di samping ruang makan dan ruang tamu yang luas. Bangunan ini didirikan di atas lahan yang semula lapangan tenis. Selain itu juga dibangun beberapa paviliun kecil - Wisma Sawojajar, Wisma Bumiretawu, dan Wisma Saptapratala-untuk tempat menginap para ajudan, dokter, dan para pengawal tamu negara. Peresmian Wisma Negara dilakukan oleh Menteri Sekretaris Negara Sudharmono pada 1983.

Kompleks Seni Sono dipugar sejak 1995 sampai tiga tahun berikutnya. Kemudian Presiden B.J. Habibie meresmikan penggunaannya kembali. Bangunan aslinya yang didirikan tahun 1915 itu terletak di sudut selatan bagian depan kompleks Istana Yogyakarta, bersisian dengan Jalan K.H.A. Dahlan. Di masa lalu, bangunan ini pernah dipakai sebagai soos atau societeit (wisma rekreasi bagi warga asing), sebelum kemudian menjadi gedung bioskop, dan terakhir sekali dipakai sebagai galeri seni. Di sebelahnya, terdapat Kantor Wilayah Departemen Penerangan dan kantor perwakilan LKBN Antara.

Seni Sono dipugar dengan corak arsitektur Gedung Agung sebagai acuan, untuk menciptakan kesan serasi. Bangunan baru Seni Sono terdiri dari auditorium, tempat penyimpanan koleksi benda-benda seni, galeri pameran, dan perkantoran. Penyatuan Seni Sono menjadi bagian Istana Kepresidenan adalah upaya penataan sekaligus memberi tempat terhormat bagi pementasan clan pameran seni bagi kota Yogyakarta.

Selain Pangeran Akihito (sebelum menjadi Kaisar) dan Putri Michiko, adalah Ratu Juliana dan Pangeran Bernhard, serta Pangeran Charles dan Putri Diana yang pernah menginap di Gedung Agung.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya