"Sistem ini hanya untuk memastikan nelayan mendapatkan BBM bersubsidi untuk aktivitas mereka. Agar BBM subsidi digunakan secara produktif. Tidak dijual ke laut. Kita berharap ada sistem satu nelayan bisa dapat berapa per harinya. Sistem itu bisa mencatat dan memastikan solar digunakan dengan benar. Negara pun dapat pendapatan dari pajak," jelas Hanung.
Penggunaan kartu sakti untuk nelayan tersebut merupakan salah satu cara untuk mendukung program pemerintah. Dukungan ini diberikan dalam bentuk melakukan pendataan kembali jumlah kapal nelayan yang berhak membeli BBM bersubsidi, sehingga secara tidak langsung pendataan ini dapat dimanfaatkan pemerintah sebagai dasar penetapan kuota BBM bersubsidi untuk nelayan.
(Rizkie Fauzian)