Oleh karena itu, dia tidak sependapat jika subsidi BBM yang cukup besar itu, dimanfaatkan bagi orang-orang yang mampu.
"Bener enggak? Tiap hari kita bakar Rp717 triliun. Kalau dibuat waduk harganya Rp400-500 miliar, bisa jadi 1.400 waduk," ungkapnya.
Postur anggaran tersebut kata dia sangat boros. Dan hanya menghabiskan APBN, tetapi manfaat yang didapat sangat kurang bagi masyarakat.
"Kalau saya melihat postur itu harus kita ubah. Dari yang boros, harus ke produktif, konsumtif ke produktif. Tidak ada yang lain. Tidak mungkin kita terus-terusan seperti itu (subsidi BBM) dalam lima tahun," pungkasnya.
(Fakhri Rezy)