Seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (16/12/2014), ekonomi Venezuela terperosok dalam krisis keuangan. Rusia mengambil kebijakan moneter secara mendadak dengan menaikkan tingkat suku bunga di luar ekspektasi pasar. Bahkan, Negeri Beruang Merah tersebut terancam default dan devaluasi.
Saat ini sejumlah mata uang di emerging market terjungkal akibat penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat. Rupiah pada perdagangan pagi ini dibuka ke level Rp12.791 per USD, lalu terus melemah ke Rp12.937 per USD. Posisi tersebut merupakan rekor terburuk sepanjang perjalanan Rupiah, bahkan saat krisis 1998, Rupiah hanya di level Rp16.800 per USD.
Namun, Bank Indonesia (BI) langsung turun ke pasar valuta asing siang ini, dengan melakukan intervensi. Alhasil, Rupiah pada pukul 14.47 WIB dipukul mundur 236 poin ke level Rp12.701 per USD.