Pada 2014 ini Rupiah kembali menoreh sejarah kelam. Meskipun demikian, pelemahan Rupiah didominasi faktor eksternal. Situasi yang terjadi saat ini pernah diprediksi oleh Wakil Presiden Boediono. Bank Sentral Amerika Serikat (AS) the Fed telah memutuskan untuk melakukan pengurangan stimulus secara bertahap dari USD85 miliar menjadi USD75 miliar.
Mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono menjelaskan, kondisi pada tahun 2008 tersebut sangat berbeda karakteristiknya 2014.
"Bedanya sangat besar, bahwa tapering off trigger-nya bukan bangkrutnya perusahaan finansial. Ini timbul karena recovery negara maju seperti Amerika, dan ini ada waktu untuk respons. Beda tahun lalu ada ledakannya, sehingga semua tidak siap menghadapinya. Dengan itu saya pikir kita tidak terlalu kaget menghadapi ini," ucap Boediono saat acara Pembukaan Perdagangan Pasar Modal Tahun 2014, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 2 Januari 2014.
(Rizkie Fauzian)