JAKARTA – Jatuhnya pesawat terbang AirAsia dinilai tidak terlalu berdampak signifikan pada tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia. Hal tersebut karena induk perusahaan AirAsia berada di Malaysia.
Sebagai informasi, pesawat AirAsia QZ 8501 hilang sejak Minggu 28 Desember 2014. Pesawat tersebut membawa 155 penumpang serta tujuh orang kru maskapai.
"Ini kan bukan suatu problem, pesawat jatuh itu kan normal, sehingga yang penting probabilitasnya tidak begitu tinggi. Berbeda dengan Malaysia Airlines yang harus melakukan beberapa upaya keras untuk membangun kepercayaan," ujar praktisi bisnis Rhenald Kasali kepada Okezone di Jakarta,Kamis (1/1/2015).