Di tempat yang sama, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel tidak memikirkan jika penerapan L/C dapat menurunkan kinerja ekspor RI. Namun, dirinya meyakini, kewajiban ini akan menambah devisa RI.
"Mengurangi atau tidak, kita belum tahu. tapi saya pikir itu tidak ada masalah. seperti yang dikatakan bapak Wapres JK kan berapa besar devisa bertambah. Itu kepentingan pemerintah," sebut Rahmat.
Menurut Rahmat, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada industri yang berbasis ekspor. Para industri ini pada dasarnya sudah siap dan nantinya, ekspor yang gunakan fasilitas L/C ini tidak ada batasan.
"Enggak ada, setiap barang yang keluar, minyak gas, batubara dan lainnya harus menggunakan LC. Sudah (siap) tinggal sosialisasi saja," tukasnya.
(Fakhri Rezy)