Karena menjadi favorit, kata Indra, harga sewanya pun jauh lebih mahal. Agung Podomoro Group sendiri yang mengelola blok B mematok harga sewa di kisaran Rp200-500 juta per tahun.
"Kalau di Blok A harga sewanya bisa 15-20 persen di atas harga kita. Apalagi di posisi ground dan upper ground," ujar dia.
Sementara itu, untuk blok F yang selama ini dianggap yang paling sepi, Indra menyebut hal tersebut lantaran kurangnya promosi untuk blok ini. Selain itu juga karena konten dagangannya juga kurang menarik.
"Kita saja promosi blok B itu jor-joran. Tapi kalau dari segi akses di blok F itu tidak ada kekurangan sebenarnya," pungkas dia.
(Fakhri Rezy)