Fleksibilitas kilang juga meningkat, di antaranya ditunjukkan dengan kemampuannya untuk mengolah minyak mentah dengan tingkat kandungan sulfur setara 2 persen, di mana saat ini kandungan sulfur pada minyak mentah yang dapat ditoleransi hanya 0,2 persen.
Dengan kompleksitas tinggi, produksi bahan bakar yang dihasilkan akan naik sekitar 2,5 kali lipat dari 620.000 bph saat ini menjadi 1,52 juta bph dengan produk utama gasoline dan diesel. Produk-produk tersebut akan memiliki kualitas tinggi yang comply terhadap standard Euro IV.
Sementara itu, VP Refining Technology Direktorat Pengolahan Budi Santoso Syarif mengungkapkan, kondisi kilang Pertamina kini tidak lepas dari sejarah.
Kilang-kilang Pertamina yang didirikan antara tahun 1920-an hingga 1990-an desain awalnya untuk mengolah minyak mentah lokal, yang umumnya light sweet crude.
(Rizkie Fauzian)