Faktor yang ketiga adalah kurangnya training business. Padahal, menurut Shinta, training ini adalah salah satu yang paling dibutuhkan oleh pengusaha wanita di Indonesia agar skill bisnisnya menjadi lebih baik lagi.
Shinta mengungkapkan, dari Apindo sendiri sebenarnya sudah mengadakan pelatihan bisnis di berbagai kota di Indonesia. Tidak hanya melakukan training, tapi juga membuka akses pasar.
"Kami lakukan pelatihan di berbagai kota. Selain training kami juga membuka akses pasarnya, karena training saja tidak cukup. Caranya dengan mengundang buyer asing dan lain. Selama ini perkembangannya cukup baik. Cuma butuh ditingkatkan saja," tutup Shinta.
(Rizkie Fauzian)