JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan, pelemahan kurs Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak akan membuat para investor memundurkan langkahnya untuk berinvestasi di Indonesia. Pasalnya, investasi untuk waktu jangka panjang.
Tercatat, mata uang Garuda ini kembali terlempar ke level Rp13.000an per USD.
"Umumnya, investor melihat kurs ini tidak otomatis kemudian menunda dan membatalkan investasi, karena keputusan bisnis itu untuk investasi itu relatif jangka panjang," ucap Franky di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2015).
Sehingga kata Franky, sampai saat ini tidak ada kekhawatiran akan melemahnya Rupiah di mata investor. Hal ini tidak terlepas, investor juga melihat adanya perbaikan fundamental makro ekonomi Indonesia.