Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan, pressure tinggi yang menyebabkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini terus melemah karena lebih banyak faktor global.
"Karena tren penguatan dolar AS terhadap mata uang terjadi, apalagi mata uang lain sukarela melemahkan untuk menjaga daya saing," ungkap Bambang saat mengobrol santai dengan wartawan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2015).
Bambang menjelaskan, pelemahan nilai tukar secara 'sengaja' ini seperti yen, dolar Australia (AUD) dan euro. Namun hal tersebut justru memperbaiki daya saing.