Rupiah Anjlok, Ini Penjelasan Menkeu Bambang

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Jum'at 06 Maret 2015 18:47 WIB
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Kondisi perekonomian global nampaknya membuat mata uang dolar Amerika Serikat (AS) semakin kuat. Imbasnya, ">Rupiah pun terjerumus hingga ke level psikologis Rp13.000 per USD.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan, pressure tinggi yang menyebabkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini terus melemah karena lebih banyak faktor global.

 

"Karena tren penguatan dolar AS terhadap mata uang terjadi, apalagi mata uang lain sukarela melemahkan untuk menjaga daya saing," ungkap Bambang saat mengobrol santai dengan wartawan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2015).

Bambang menjelaskan, pelemahan nilai tukar secara 'sengaja' ini seperti yen, dolar Australia (AUD) dan euro. Namun hal tersebut justru memperbaiki daya saing.

"Karena menguat dengan mata uang lain membuat Rupiah juga melemah. Tapi dilihat juga Rupiah ada yang menguat dan melemah dibandingkan mata uang yang lain," imbuhnya.

Menurut Bambang, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang lain dapat dilihat dari data Bank Indonesia.

"BI punya data yang lengkap, kuat berapa persen dan lemahnya berapa persen dengan mata uang lain. Supaya analisa bisa berimbang," tukasnya.

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya